Assalam mu alaikum...

Media ini adalah media kita bertemu dan bersilaturahmi dalam dunia akal dan fikiran, dalam dunia nurani yang tak butuh kaidah-kaidah sosial yang sering menyesakkan dada. Disini kita ditantang untuk bicara dengan tulisan dan mendengar dengan mata... rawan distorsi memang, tapi ini lebih baik ketimbang interaksi langsung yang harus dibareng dengan basa-basi, senyum palsu dan tawa kebohongan serta etika-etika normatif palsu lainnya.Media ini akan selalu hadir menjembatani silaturahmi kita dalam format yang lebih aman, jujur, dan minim distorsi. Akan selalu hadir memfasilitasi karya, kreatifitas dan mimpi-mimpi. Akan selalu memancing kita untuk jujur dan tulus menilai tanpa harus berpura-pura dan berbohong, karena disini tidak butuh etika normatif apapun selain etika jurnalisme.

Salam IPMALAY


Sebuah proses pembelajaran tak akan pernah berhenti selama hayat masih dikandung badan...

Sebagai bagian dari proses hidup yang harus penuh warna, proses belajar juga harus selalu dibarengi dengan karya dan kreatifitas yang variatif dan evaluatif...
Disini dituntut kesadaran dan kemauan tinggi untuk mau selalu introspeksi sedalam-dalamnya pada proses yang telah dilalui, pada karakter yang telah terbentuk, pada idealisme yang telah terbangun dan pada mimpi-mimpi yang hendak diwujudkan....

Proses IPMALAY juga tak pernah lepas dari dinamika sosial yang harus mengikuti kaidah alam yang tak mungkin dikesampingkan, harus selalu diwarnai dengan karya, kreatifitas, dan pemaknaan yang tulus, jujur dan manusiawi, tanpa harus menghakimi dan menyalahkan siapapun, tanpa harus memaksakan diri, tanpa harus mengumpat, mencaci dan mencemooh...sebab ketidaksempurnaan adalah juga kaidah alam yang mau tidak mau membutuhkan pemakluman dan pengertian.

Media ini adalah media kita bertemu dan bersilturahmi dalam dunia akal dan fikiran, dalam dunia nurani yang tak butuh kaidah-kaidah sosial yang sering menyesakkan dada. Disini kita ditantang untuk bicara dengan tulisan dan mendengar dengan mata... rawan distorsi memang, tapi ini lebih baik ketimbang interaksi langsung yang harus dibareng dengan basa-basi, senyum palsu dan tawa kebohongan serta etika-etika normatif palsu lainnya.

Media ini akan selalu hadir menjembatani silaturahmi kita dalam format yang lebih aman, jujur, dan minim distorsi. Akan selalu hadir memfasilitasi karya, kreatifitas dan mimpi-mimpi. Akan selalu memancing kita untuk jujur dan tulus menilai tanpa harus berpura-pura dan berbohong, karena disini tidak butuh etika normatif apapun selain etika jurnalisme.

Jumat, 06 Juni 2008

Menempatkan Harapan Bangsa pada Mahasiswa Daerah


Menempatkan Harapan Bangsa Pada Mahasiswa Daerah

Rotasi pembangunan bangsa ini terus berputar dengan berbagai bentuk variasi tantangan yang dihadapinya, sedikit membaca sejarahnya maka mahasiswa mendapat porsi istimewa dalam sistem rotasi bangsa ini. Lahirnya sumpah pemuda, terbentuknya reformasi merupakan hasil kerja heroik kelompok intelek tersebut sehingga mahasiswa menjadi strata sakral dalam tatanan sosial bangsa ini dan menginpirasi generasi sesudahnya (pelajar) mengidamkan untuk dapat memakai jas almamaternya dan menjadi mahasiswa.

Pada Tahun 2008 ini kita memperingati 100 Tahun kebangkitan Nasional, 80 Tahun Sumpah Pemuda dan 10 Tahun Reformasi, dengan momentum ini memori kita diangkat kembali untuk mengingat dan mengakui peranan mahasiswa kita.

Waktu terus berlalu dan rotasi sejarah harus terus bekerja. Tahun ini kita memperingati perjuangan mahasiswa dan juga pada saat yang bersamaan kita akan mempertanyakan komitmen mahasiswa, sebab semakin banyak perguruan tinggi dan disiplin ilmu yang ditawarkan dan semakin banyak jumlah mahasiswa yang kita miliki ternyata bangsa kita masih bergelut dengan masalah klasik kemiskinan, pengangguran, gizi buruk yang memaksa kita untuk menagih pertanggungjawaban dari mahasiswa dengan gelar kesarjanaan yang mereka miliki.




Traumatic Intellectual

Melihat berbagai macam peristiwa kemanusiaan yang terjadi, masihkah masyarakat kita memberi posisi luang bagi mahasiswa dalam sistem rotasi bangsa ini? “wujuduhu kaadamihi” Sepertinya Masyarakat tidak lagi selera dengan status mahasiswa tersebut, Mahasiswa sudah tidak mampu mecari solusi untuk membantu menyelesaikan realita pada masyarakat. Sarjana Pertanian tidak mampu membuat sistem pertanian yang utuh sehingga mampu membantu masyarakat untuk membangn system pertanian yang baik dan memang masyarakat kita kebanyakan petani, Sarjana Ekonomi tidak mampu menemukan dan menjalankan strategi perekonomian yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan sistem perekonomian yang baik, Mahasiswa yang memiliki kesarjanaan dalam bidang kesehatan hampir tidak bisa membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat bahkan semakin banyak terdapat dalam masyarakat kasus gizi buruk, busung lapar dan berbagai kasus kontradiksi lainnya. Sikap pesimis masyarakat ini diungkapkan dengan kata-kata “ buat apa kuliah, habis-habiskan duit “. “sense of awareness “ terhadap lingkungan, kemiskinan, kebodohan yang mengitari rutinitas kegiatan sehari-harinya telah hilang sebab mahasiswa memang tidak bisa berbuat apa-apa. Mahasiswa lebih suka dengan proyek korporat yang ia dapatkan daripada menangani proyek sosial yang ada disekitar dan selalu berada dihadapannya.




Bertanya Pada Al-Qur’an

Sebagai umat islam tentulah kita kembali mencari solusi tentang fenomena ini dari kitab panduan hidup kita Al-Qur’an. Apa sebenarnya konsep Al-Qur’an mengenai tanggung jawab kaum intelek. Dalam surah At-taubah 122 Allah berfirman :

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Dalam ayat diatas Allah SWT mengingatkan agar tidak semua orang mu’min bersikap all out pada satu konsentrasi masalah (berperang) namun ada pembagian tugas bagi sebagian yang lain untuk mencari dan memperdalam ilmu pengetahuan dimanapun, kemudian tanggung jawab berikutnya bagi penuntut ilmu adalah kembali ke masyarakatnya untuk melakukan “ sharing knowledge “ (memberi tarbiyah) dan dengan tarbiyah ini agar masyarakatnya juga mempunyai modal keilmuan yang dapat menjaga dirinya dari pembodohan, penipuan kezaliman dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, janganlah kamu menjermuskan diri kamu kedalam kesesatan.

Disadari ayat ini akan mengangkat perdebatan bagi kita semua “kembali (roja’uu)“ seperti apa yang diinginkan Al-Quran. Dari berbagai koleksi redaksional yang termaktub dalam beberapa ayat dalam Al-Quran maka ada dua opsi aktualisasi diri dalam terminologi Roja’uu. Opsi Pertama adalah dengan cara kembali secara Physicly dan juga Mindset (Fikrah & Jasadiyah) yaitu pulang kampung untuk menjadi katalisator aktif membangun daerah dan masyarakat, Opsi Kedua adalah kembali secara mindset (Fikrah) yaitu dengan cara mentransformasikan keilmuan yang dimiliki untuk membangun daerah asal meski tidak harus pulang kampung. Dibutuhkan kerjasama yang intens bagi mahasiswa yang berjuang pada opsi pertama dan yang berjuang dengan memilih opsi kedua.

Organisasi Mahasiswa Daerah Sebagai Media Sharing Knowledge

Realita ironi dalam masyarakat kita saat ini menuntut kita untuk lebih memberdayakan sense of humanism yang memang menjadi fitrah dan sudah kita miliki. Namun untuk pencapaian yang sempurna tujuan yang baik mestilah dilakukan dengan cara-cara yang baik (terorganisir). Banyak aset-aset sosial yang sudah lama kita miliki dan sekaranglah saatnya kita akan memetiknya sehingga kita memperoleh demografi deviden yang memuaskan untuk pembangunan masyarakat. Kebanyakan daerah bahkan ditingkat desa saat ini sudah banyak memiliki putra daerahnya yang menjadi mahasiswa dengan berbagai disiplin keilmuannya, Sayangnya potensi keilmuan yang dimiliki tidak diupayakan untuk dieksplorasi (diamalkan) sebagian merasa tidak mampu untuk mentransformasikan keilmuannya dan sebagian merasa keilmuan yang dimilki sangat minim sehingga menimbulkan sikap kurang percaya diri. Padahal jika disadari sekecil apapun keilmuan yang dimiliki adalah rezeki yang telah diberikan oleh Allah Swt yang harus disyukuri dan berupaya untuk melakukan akselerasi bersama.

Harapan pada Pemerintah

Zaman sekarang masyarakat kita sudah lebih kritis terhadap persoalan yang dihadapi, sedikit lebih maju daipada pada saat rezim orde baru berkasa yang berhasil menyuntik masyarakat dengan paradigma bahwa yang paling tahu tentang semuanya dan paling mampu menyelesaikan semua masalah adalah otoritas pemerintah. Syukur paradigma tersebut mulai hilang dari masyarakat kita yang juga akan memunculkan harapan akan adanya kerjasama yang sinergi dengan pemerintah dalam segala problem social, termasuk juga dalam hal pengembangan mahasiswa sebagai asset daerah.

Dengan asset tersebut pemerintah mestinya lebih peka dan lebih aktif memberikan stimulan bagi mahasiswanya untuk mau berkiprah dan membuat terobosan baru dalam membangun daerah baik dalam bentk regulasi atau hanya sekedar kompensasi yang bernilai keadilan sehingga tercipta hubungan mutual cooperative.

Kontribusi: Amri (Wakil Ketua Umum IPMALAY 07-09)

Introducing I-SmiLE

Introducing I-SmiLE

I-SmiLE is the IPMALAY’s Small Islamic Learning Environment. Dengannya, mungkin temen-temen warga IPMALAY bisa lebih merasakan bahwa belajar Islam itu tidak harus selalu dengan bentuk kajian besar di mesjid-mesjid atau berada di kelas berame-rame mendengarkan dosen menyampaikan sebuah materi ke-Islaman di depan kelas. Tapi dengan kita belajar Islam dalam bentuk kelompok- kelompok kecil (baca: ber-Small Islamic Learning Environment), dengan jumlah personil yang sedikit 7-10 orang, yang menjadi salah satu metode dalam rangkaian Kegiatan IPMALAY Basic Training Workshop, yakin dech... temen-temen bakal ketagihan abiz.
Kenapa I-SmILE diharapkan bisa efektif, karena dilakukan oleh teman-teman sendiri, yang selalu rindu akan “nur” cahaNya, saudara sekampung yang berbangsa dan berbahasa (hampir) sama, bisa langsung bersitatap dan lebih mengenali temen-temen, jadinya tetap terjaga silaturahmi kita, tentunya tetap bersandar pada Al-Qur’an n Hadist dunk. Biar lebih cepet tuk bisa akses ke resource on line, maka slalu diusahakan acaranya di area Hotspot, jadi lebih mudah memahami materi-materi ke-Islaman yang didapatkan (ini juga disesuaikan dengan kondisi cuaca, ada atau tidaknya motor yang bisa dipinjam, laptop yang bisa dipinjam, de-el-el lah). Kegiatan ini dikemas dengan konsep diskusi, selain bisa melatih keberanian mengungkapkan pendapat, juga bisa memperoleh pandangan lain berdasarkan pendapat temen sekelompok kita tentang masalah yang sedang didiskusikan. Nah, dengan cara seperti ini, materi yang kita bahas otomatis akan terurai lebih detail dan tergali lebih dalam. Selain diskusi, teman-teman bisa ber'curhat' ria, berbagi pengalaman dengan teman-teman lainnya se bangsa dan tanah air.
Jangan khawatir, teman-teman dapat mengemas I-SmiLE ini dengan hal-hal yang menarik, misalnya dengan jalan-jalan, atau sambil makan snack ringan dan lotisan rame-rame, ngopi, atau skalian sambil chatting, ngirim Testi FS, ngeBlog, de-el-el (pokoknya bisa dibuat fun juga ....lah..)
Yakin dech, dengan begitu temen-temen bisa lebih mengenal dekat temen-temen IPMALAY plus para sesepuh adat (yang baik hati dan tidak sombong) yang akan selalu tampil menyebalkan menjadi 'kakak pendamping' kalian selama mengikuti kegiatan IPMALAY Basic Training Workshop. Dengan begitu, kan bisa menambah saudara.

What next's...?
IPMALAY Basic Training Workshop with I-SmILE harapannya tidak hanya bisa menjadi sebuah kegiatan efektif tapi juga poduktif. Temen-temen sudah akan merasakan dong bahwa sebagai seorang mahasiswa (yang jelas berbeda kulturnya dengan masa-masa di sekolah dulu... apalagi mahasiswa Jogja, jangan cuma punya nilai plus dalam segi akademis dan intelektualnya, tapi diharapkan tetap sip dari segi akhlak alias perilakunya juga.

Truss apa hubungannya IPMALAY Basic Training Workshop wih I-SmILE?

Begini, temen-temen pasti sepakat bahwa pembentukan pola fikir maupun perilaku alias akhlak yang baik itu adalah berdasarkan pada sebuah pemahaman yang baik pula terhadap agama. Dan ini tidak bisa berjalan instan dan dilakukan hanya dengan 'bersendiri' saja, melainkan butuh banget teman untuk senantiasa diajak sharring tentang masalah-masalah agama, juga sebagai orang yang akan senantiasa saling mengontrol aplikasinya sebagai wujud kefahaman kita itu jalan atau tidak?
And then....biar pemahaman kita terhadap Islam sebagai agama kita tercinta benar-benar mendalam dan bisa menyeluruh (termasuk sisi akhlak and kepribadian kita), so...perlu cara efektif untuknya. Naah... I-SmILE ini diharapkan banget bisa menjadi salah satu bentuk metode pembelajaran Islam yang cukup efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Bangga nggak seeh.. udah cerdas, pinter, kritis, prestasinya oke, akhlaknya TOP BeGeTe lagi !!???
Ok... semoga kita sudah satu frekuensi tentang apa sih I-SmILE itu. Yang pasti kita sudah sama-sama tahu bahwa sebagai seorang muslim itu tidak ada tawar-menawar lagi.... musti, harus, kudu, wajib....menuntut ilmu meski sampai ke negeri Cina umpamanya. Dan dengan mengikuti SmILE-I (kebalik yach?) sebagai salah satu bentuk mencari ilmu, InsyaAllah, kita sedang berproses untuk memenuhi kewajiban kita sebagai seorang muslim. Coz, jangan salah... dalam kegiatan I-SmILE itu kita tidak melulu belajar dan mendapat materi ke-Islaman lho. Temen-temen juga akan mendapat ilmu terkait bidang akademis yang sedang temen-temen tempuh. So, sambil menyelam minum air neeh ceritanya, soale selain temen-temen bisa memahami disiplin ilmu temen-temen dengan mantap di bangku kuliah, temen-temen juga bisa menarik benang merah dengan tinjauannya dari sudut agama kita itu seperti apa sih? Subhanallah, semoga Allah senantiasa memberi kita kemudahan bagi kita dalam menuntut ilmu di dunia sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat. Amiin.
So, temen-temen bersiap-siaplah untuk segera ber I-SmILE ria with I-SmILE ini. Jangan salah, ini bagian dari berlomba dalam kebaikan, namanya juga mencari ilmu di dunia untuk bekal di akhirat (tul gak sih?)
Masih ada yang bingung ato belum kenal??...ato udah nggak sabar untuk segera gabung IPMALAY Basic Training Workshop wih I-SmILE -nya?... Tunggu azza tanggal mainnya. Masih di frekuensi yang sama, bersama I-SmILE. So, masih milih nonton Sinetron??!!

Stay tune with us, every 07.00 PM Monday, Tuesday or Friday (biasanya di Free Hotspot Area berbasis “Kopi Murah”)

Tongkrongin terus review progress kita di http://ipmalay.blogspot.com/ (tempat nongkrong anak Labuhanbatu yang gak doyan nongkrong)



Waspada Online

Koran Indonesia

1 MUSLIM NATION

Agung's sharing